Bagaimana Cara Covid-19 Merusak Tubuh Manusia?

Juni 13, 2020
Cara Covid-19 Merusak Tubuh Manusia


WHO resmi menetapkan Covid-19 sebagai pandemi sejak pertengahan maret lalu. Sejarah mencatatkan pandemi terakhir terjadi di dunia pada 2009 akibat flu babi yang menewaskan ratusan ribu orang.  Covid-19 tergolong menyebar cepat secara global, tiga bulan awal wabah corona setidaknya sudah menewaskan lebih dari 30 ribuan orang diseluruh penjuru dunia. Penyakit covid-19 ini disebabkan oleh virus corona baru yaitu SARS CoV-2.

Sebelum covid-19, dunia telah mengenal penyakit lain seperti SARS dan MERS. Secara umum, orang yang terjangkit covid-19, SARS, dan MERS memiliki gejala yang sama seperti demam tinggi, flu, batuk, dan gangguan pernafasan. Covid-19 mempunyai selubung protein, RNA dan duri-duri protein. 

Lalu bagaimana SARS CoV-2 dapat merusak tubuh manusia?

Saat virus menyebar melalui tetesan air liur seperti saat kita batuk dan bersin, virus akan masuk ke jalur pernafasan di bagian belakang tenggorokan. Duri-duri protein akan menempel kedalam membran sel, kemudian si virus ini tadi mereplika diri sangat cepat dan membajak RNA sel untuk menduplikasi RNA-nya sendiri dan menyebabkan sel tidak lagi berkembang untuk kesehatan tubuh melainkan untuk memperbanyak virusnya.


Bagaimana proses SARS CoV-2 menyerang bagian pernafasan?

Saat virus berkembang dan menginfeksi saluran pernafasan atas, virus menyebabkan nyeri tenggorokan dan batuk kering. Diwaktu bersamaan, Interferon memicu aliran protein untuk melawan virus dan berusaha meredakan penyebabnya. Namun, sel ini tidak selalu tepat sasaran. Jika sistem imun tidak dapat menghentikan virus bereplikasi, interferon justru berisiko merusak sel secara keseluruhan. Ketika virus dapat melawan sistem imunitas di sistem pernafasan atas, proses ini akan merusak jaringan paru-paru sehingga jaringan membengkak dan berakibat paru-paru kesulitan memasok oksigen. Karbon dioksida di tubuh juga sulit dikeluarkan.


Pembengkakan pada jaringan paru-paru dan kurangnya oksigen didalam darah, membuat  jaringan terisi cairan, nanah dan sel mati. Pada fase ini pasien akan mengidap pneumonia. Pasien pun sulit untuk bernafas, akhirnya pasien membutuhkan alat bantu pernafasan (Ventilator) alat yang jadi penentu bernafas agar tetap hidup.

Sumber : katadata.co.id/
Ditulis Ulang Oleh : Kesehatan dan Gaya Hidup

Baca Juga:

Artikel Terkait

Previous
Next Post »